Hels

Pada dunia sastra dan juga seni beberapa dari kita tentunya pernah mendengar ataupun familiar dengan istilah manga. Manga hadir sebagai istilah lain dari komik dalam dunia perkomikan Jepang. Komik atau manga menurut Toni Johnson Woods dalam Manga an Anthology of Global and Cultural Perspectives, mengungkapkan bahwa manga adalah sebuah visual naratif dengan sebuah sensibilitas yang dapat dikenali. Istilah sensibilitas sengaja disamarkan agar mencakup banyak pilihan dan mencakup karakter-karakter yang lekat dengan stereotip bermata besar dan berdagu runcing yang oleh banyak orang dianggap sebagai lambang manga, namun tidak semua manga memiliki gaya yang sama dengan manga lainnya. Selain itu, komik menurut Scott McCloud dalam Understanding Comics yang menarik opini dari Will Einser dalam Sequential Art (seni berurutan) mengungkapkan bahwa dalam satu gambar dapat diubah menjadi suatu urutan gambar lain yang lebih banyak jumlahnya.

Di samping pemahaman bahwa komik adalah urutan gambar, komik juga merupakan salah satu sarana dalam membangun sebuah medium atau sarana untuk mempermudah seseorang bercerita. Pada komik yang digunakan sebagai sarana naratif—komik umumnya menggunakan beberapa media, seperti panel, balon kata, dan garis kecepatan (speed lines). Mengutip Karin Kokkunen pada Comics as a Test Case for Transmedial Narratology mengutipkan bahwa cerita komik umumnya pendek dan terbatas, seperti yang ada pada komik stip media koran dan novel grafis.
Pada perkembangan komik di Indonesia, umumnya kita sering sekali menjumpai komik yang telah terbit dalam bentuk buku maupun situs web. Salah satu contoh komik yang telah terbit pada berbagai toko buku di Indonesia adalah antologi komik ReOn yang mencakup berbagai judul komik karya komikus Indonesia. Gaya seni pada antologi komik ReOn mungkin jika dilihat memang mirip dengan komik karya komikus Jepang pada umumnya. Namun, perkembangan gaya komik Indonesia yang hampir setara dengan komik Jepang (manga) adalah suatu perkembagan yang baik bagi gaya seni visual.

Fenomena perkembangan komik Indonesia ini kemudian didukung oleh pedapat dari Seno Gumira Ajidarma pada bukunya yang bejudul Ngobrolin Komik (2021) “Kemampuan teknis para penganut gaya manga ini tinggi, artinya mereka mampu mewujudkan gambar-gambar yang canggih dan tampak sulit dibuat—tetapi dengan kemampuan setinggi itu, mereka dengan sadar justru meniru, adalah suatu fenomena ajaib.” Menurut SGA perkembangan gaya komik Indonesia yang memiliki gaya visual yang setara dengan gaya manga merupakan suatu perkembangan yang baik bagi komik pada dunia pemasaran komik buatan Indonesia.
Pada era kini kita seringkali menemukan beberapa fenomena komik buatan komikus yang memadukan komik buatan komikus asli dengan komik buatan penggemar (doujin)— yang kemudian komik buatan penggemar (doujin) tersebut akan dibeli oleh sesama penggemar lainnya. Komik buatan penggemar (doujin) secara signifikan memperluas perkembangan gaya komik secara universal, yang juga terjadi pada komik dominan yang terbit pada toko buku. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Jepang saja, namun perkembangan komik doujin juga tersebar pada pasar kreatif para ilustrator tanah air.
“Dalam berbagai diskusi, hegemoni komik Jepang dalam pertumbuhan masa kanak-kanak orang Indonesia sering dipertanyakan: tapi daripada anak-anak Indonesia hanya boleh melihat relief Borobudur, bagi saya lebih baik anak-anak ini tenggelam dalam manga yang imajinatif, bahkan data hasil risetnya tak main-main, seperti Eroica karya Riyoko Ikeda yang berkisah tentang kehidupan cinta Napoleon Bonaparte, dari pada mulut mereka ternganga di depan iklan TV.” Perkembangan komik Indonesia yang secara visual mirip dengan komik buatan komik Jepang, bukan selamanya adalah ide buruk dalam perkembangan komik dalam negeri akibat lebih dalamnya penelitian komik buatan Jepang yang wajib dicontoh oleh komik Indonesia.
Sumber
Ajidarma, Seno Gumira. Ngobrolin komik. Pabrik Tulisan, 2021.
Johnson-Woods, Toni, editor. Manga: An Anthology of Global and Cultural Perspectives. Bloomsbury Academic, 2010.
Kukkonen, Karin. “Comics as a Test Case for Transmedial Narratology.” Graphic Narratives and Narrative Theory, vol. 40, no. issue 124, 2011, 34—-52, https://www.jstor.org/stable/pdf/41300187.pdf?refreqid=fastly-default%3Abf9656787a2dfbf915be2626677efdad&ab_segments=0%2Fbasic_search_gsv2%2Fcontrol&initiator=search-results&acceptTC=1.
McCloud, Scott. Understanding comics : the invisible art. HarperCollins, 1994. Accessed 12 August 2025.
